Wooowww… Bupati Nelson Bawa Raksasa Sekelas Unilever ke Kabgor

Indonesia Negara yang tak diragukan lagi hasil Pertaniannya, berbagai Komoditas Pertanaian memiliki potensi besar untuk di kembangkan, salah satunya yaitu kelapa yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan, seperti gula kelapa dan minyak kelapa. Tahannya sampai disitu Produktifitas kelapa masih dapat ditingkatkan melalui kemitraan dari berbagai organisasi dan juga perusahaan yang memiliki komitmen terhadap komitmen yang berkelanjutan.

Sancoyo Antarikso, Director of Governance and Corporate Affairs PT Unilever Indonesia menyampaikan bahwa Unilever Indonesia adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan produk turunan kelapa dalam proses produksinya juga menganggap pentingnya kesempatan bagi pemerintah serta sektor swasta untuk berkolaborasi.

“Oleh karena itu, kami pada hari ini Unilever Indonesia, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF), dan Daemeter menandatangani nota kesepemahaman Proyek Investasi Hijau Gula Kelapa dan Aren,” ungkapnya dalam diskusi yang diselenggarakan Kualisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPAK), Jumat (2/8) di Hotel Acasia Jakarta.

Terkait nilai perdagangan produk turunan kelapa, Indonesia cukup tertinggal apabila dibandingkan dengan negara dalam satu kawasan. Akan tetapi, hal ini dapat diperbaiki dengan mendorong pengembangan potensi kelapa mulai dari hulu hingga hilir.

Proyek Investasi Hijau Gula Kelapa dan Aren bertujuan untuk meningkatkan produksi gula berskala industri dengan mengaitkan proteksi dan restorasi lahan serta peningkatan kesejahteraan petani.

“Upaya kolabirasi ini sejalan dengan target Unilever dalam menggunakan pasokan bahan baku yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain itu, melalui program ini kami juga memliki kesempatan untuk bisa membantu meningkatkan penghidupan para petani yang ada didalam mata rantai nilai kami, kedua hal tersebut sejalan dengan prinsip Unilever Sustainable Living Plan (USLP)” ungkap Sancoyo.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo,mengungkapkan apresiasinya kepada para pihak yang terlibat dalam proyek ini,

“Setiap daerah tentu memiliki potensi masing-masing yang perlu dikembangkan. Dalam hal ini, kelapa genjah merupakan komoditas yang kami nilai patut dikembangkan serta diberdayakan. Melalui kerja sama ini, diharapkan tidak hanya pengembangan potensi daerah yang semakin meningkat tetapi juga kesejahteraan dari masyarakat.” ujar Bupati Nelson.

Produk Bango dari Unilever dikenal menggunakan gula kelapa sebagai salah satu bahan bakunya. Sehingga salah satu dari hasil akhir yang diharapkan adalah para kelompok tani penghasil gula kelapa dan gula aren mampu menjadi pemasok bahan baku yang berkelanjutan.

Nelson yang juga koalisi pemerintah penghasil Kelapa itu mengatakan, hasil diskusi ini akan disampaikan langsung kepada presiden RI untuk lebih memperhatikan petani kelapa, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia.

 

Laporan : Halid Moomin

Artikel ini seperti dilansir oleh https://tatiyechannel.com/news-detail/2019/08/02/wooowww—-bupati-nelson-bawa-raksasa-sekelas-unilever-ke-kabgor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *